Semangat 45 cari bahasa isyarat dari surat-surat dalam alQuran.. alhamdulillah dapet. saya sedang belajar, kemudian saya dan una akan belajar bersama-sama.. menyenangkan sekali.. una loved it.. belajar al Quran terasa menyenangkan
Alhamdulillah, workshop rumah qurani yang dapat terselenggara terutama karna dorongan/support yang luar biasa dari suami tercinta dan mbak-mbak ku : mbak petty, mbak dewi, fitri. dan juga teman-teman yang sudah membantu dari Ummi’s corner.
Kemaren ternyata saya tidak bisa mengikuti acara secara full karna masih harus memastikan acara berlangsung dengan baik. sesekali masuk ikut menikmati pelatihan yang telah saya angan-angankan sejak dua tahun yang lalu. yaitu saat pertama kali saya berkenalan dengan rumah qurani
Untuk menentukan pendidikan yang terbaik bagi anak bukanlah hal yang mudah. Begitupun bagi kami.
Jujur, ketika awal menikah, saya belum terlalu focus menentukan metode pendidikan yang kelak akan saya terapkan bagi anak-anak saya kelak. Yang saya inginkan hanyalah kelak anak-anak kami menjadi anak-anak yang shaleh atau solehah, pintar, kuat jasmaninya, baik hatinya, bisa menjadi solusi atas permasalahan ummat Islam. That’s All.. doa2 itu selalu saya sematkan di akhir shalat-shalat saya.
Setelah berkecimpung beberapa tahun di dunia pendidikan sebagai mentor informal, pembuat kurikulum, pengajar honorer di sekolah, pengajar dan pembuat kurikulum di salah satu sekolah semi homeschooling, dan juga produk dari sekolah konvensional. Saya menyadari ada yang tidak beres dalam dunia pendidikan di masyarakat kita. Beberapa hal yang saya rasakan ganjil adalah:
alhamdulillah.. akhirnya bisa menulis lagi setelah hilang motivasi menulis karna file2 di blog mulai bulan juni hingga desember 2011 terhapus oleh bapaknya anak2.. T.T
Meskipun saya kian sibuk dengan kegiatan ber-onlineshop, menerima pesanan, packing, mengirim paket, membeli barang-barang jualan, promosi.. tapi kami tetap ber home-schooling.. InsyaAllah..
Kami selalu melibatkan anak-anak kami dalam kegiatan kami. dengan prinsip yang di adopsi dari rumah inspirasi: belajar apa saja, kapan saja, belajar dengan siapa saja, belajar dimana saja.. saya yakin anak-anak (terutama una) mendapat pembelajaran tentang berdagang dan mencari penghasilan..
Di 3 tahun usia una, alhamdulillah dia sudah lulus dengan memuaskan dari tugas perkembangannya yang ada di sini. kini, saya sudah mencoba mereschedule lagi targetan homeschool una hingga usianya 4 tahun nanti. Sesuai dengan tahapan perkembangan anak usia 3-4 tahunnya June R Oberlander di buku Slow and Steady Get Me Ready, berikut targetan belajarnya: (more…)
Islam telah membagi fase perkembangan anak menjadi tiga fase sejak lahir hingga berusia 21 tahun. Pembagian ini didasarkan pada perkataan ali bin abi thalib: anak adalah “tuan” pada tujuh tahun pertama, seorang “budak” untuk tujuh tahun kedua, dan seorang “perdana menteri” pada tujuh tahun ke tiga, maka bila ia tumbuh menjadi anak yang baik dalam 21 tahun itu, maka bagus, kalaupun tidak, orang tua sudah berusaha mendidik anak dan Allah mempunyai ketetapan yang lain.
Tahap pertama: dari lahir hingga umur 7 tahun
Pada tahap ini, anak disebut sebagai tuan atau master dari orangtuanya. Umur 0-7 tahun adalah usia dimana anak bermain secara penuh karena anak belum siap untuk dididik melalui instruksi formal. (more…)
mainan yang nggak ada matinya. itulah playdough. setelah tau kalo playdough itu bisa homemade, hampir tiap bulan bikin playdough. mudah, aman, dan murah.. n_n (una suatu kali pernah memakan playdough ini.. sedikit.. alhamdulillah bahan2nya aman…huff)
Resep untuk membuat playdoughnya adalah:
Campurlah 3 mangkok tepung terigu dengan 1 mangkok garam
Larutkan sedikit serbuk warna ke dalam ¾ sampai 1 mangkok air ( serbuk warna yang tidak mengandung racun!)
Tuangkan air berwarna itu sedikit demi sedikit ke dalam campuran tepung dan garam sehingga menjadi adonan yang padat
Bubuhkan 1 atau 2 sendok makan minyak goreng –bisa juga tanpa ini- untuk menghaluskan adonan
Anak-anak paling suka pas masukin tepung ke adonan.. pasti berantakan.. but its fun and learning.. jadi nggak apa..
biarkan anak ikut mengaduk2 adonan karena ini baik untuk melatih ketrampilan motorik halusnya yang berguna untuk persiapan menulis.
walaupun bentuk yang dihasilkan anak usia 2-3 tahun tak terlalu baik, tapi biarkan anak terus berkreasi dan berimajinasi..
Salah satu bentuk perhatian orang tua terhadap anaknya yang berusia di bawah enam tahun adalah mengajarkan etika dalam Islam. Anak harus dibiasakan dengan etiket umum yang mesti dilakukan dalam pergaulannya.
Etika yang dapat diajarkan pada anak balita ini antara lain: (more…)